dimana lagi kan kucurahkan katakata selain disini? detik ini juga

10 rahasia kunci hidup sukses


1. Kawan adalah aset berharga

Dengan menempatkan kawan sebagai aset berharga, maka kita akan menghargai komitmen dan kerja sama dengan siapapun.

2. Kepercayaan adalah modal jangka panjang

Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah kepercayaan dan hanya sekian detik saja untuk menghancurkannya. Maka berusahalah membina kepercayaan baik kepada siapapun.

3. Menjual dengan harga lebih tinggi dari pembelian bukan harga tertinggi

Namun berbisnis dan berusaha adalah bagaimana dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi orang lain sebesar-besarnya, tampa mengabaikan kelayakan usaha. Nilai kebahagiaan dan keberhasilan usahanya bukan pada berapa besarnya keuntungan materi, tetapi berapa banyak manfaat yang diberikan.

4. Mendengarkan kata hati

Gunakan ketajaman mata hati bukan berdasarkan emosi atau nafsu duniawi.

5. Bekerja dengan hati

Mereka yang bekerja dengan hati akan bersikap baik kepada siapapun.

6. Kekayaan di miliki bukan dari uang yang dimiliki

Menjadi kaya bukan sekedar berhubungan dengan memiliki banyak uang. Namun kekayaan yang utama adalah seberapa besar uang yang kita dapatkan dapat di gunakan untuk menolong orang lain, untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

7. Berorientasi  pada manfaat sebesar-besarnya

Berbisnis bukanlah sekedar berorientasi pada profit atau keuntungan materi sebesar-besarnya, tetapi memperoleh keuntungan untuk memberikan manfaat bagi orang lain sebanyak-banyaknya.

8. Fokus pada apa yang di peroleh bukan yang hilang

Fokuslah memikirkan pada apa yang anda peroleh saat ini. Biarkan kesempatan yang hilang berlalu dari anda, karena akan ada kesempatan baru kalau kita mensyukuri apa yang dimiliki saat ini.

9. Gagal hanyalah sebuah proses

Gagal bukanlah akhir segalanya, tetapi bagian dari proses untuk menghasilkan rencana-rencana baru.

10. Akui kesalahan dengan rendah hati

Segera lakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

( Bill Gates)

Di batas akhir


Menatap jalan panjang lurus menuju cahaya. Perlahan tapi pasti tampa rintangan, di sisi kanan dan kiri gelap tak ada penerang . Langkah kaki spt tak dapat berhenti, tetap melangkah menuju cahaya terang.

Ketika hampir mendekati tujuan. Di sisi kanan dan kiri mulai tampak penghalang.Terkadang menggoda dan membuat terlena, terkadang tetap fokus dan terjaga.

Di saat cahaya terang itu mampu terlewati, tetap saja jiwa raga tampak muram pucat pasi. Di sisi kiri dan kanan telah berganti air suci, menyirami jiwa raga agar kembali bersih.

Ternyata airpun tak mampu membersihkan jiwa yang suram tak bercahaya, karena yang Maha Tahu tidak dapat tertipu. Hati yang masih mendua tidak akan mampu. Melewati rintangan  menuju kenikmatan keabadian.

Rasa pahit dari lidah yang mulai kelu, tak akan ada yang dapat menghalangi jika waktunya tiba. Doa dan air mata hanya sekedar memberi jeda. Hanya yang  Maha Berkehendak yang mampu merubah segalanya. Kalau memang belum tiba waktunya,banyak berbagai cara untuk menunda. Karena semua atas kehendak-Nya. Di saat waktunya tiba, tak ada yang dapat menghalangi kehendak-Nya.

Menatap jalan lurus menuju cahaya. Seakan tampak batas akhir perjalanan, ketika selangkah lagi menapaki pendar cahaya. Kebingungan melanda. Terasa di sisi kiri dan kanan seperti tangan yang menggenggam, membantu menapaki jalan yang awalnya terlihat suram.

Lidah yang terasa pahit seakan kelu, raga terasa mulai membeku. Membaca ayat suci mencoba memahami arti. Akan tetapi Yang Maha Tahu tak dapat tertipu, hati yang masih mendua tak akan mampu. Menuju ketenangan keabadian.

Di saat kebingungan melanda. Kepasrahan dan doa seperti menjawab semua. Di batas akhir dan waktu yang masih tersisa, izinkan raga bertemu dengannya. Ciptaan-Mu yang kini mengisi relung hati. Dan pada akhirnya ku tempatkan hanya diri-Mu dalam pikiran dan jiwa. Di manapun berada hati melatih agar terbiasa berzikir menyebut nama Allah…Allah…Allah…Allah….

Stress


Masalah, beban hidup yang berlebihan mengakibatkan seseorang stress. Butuh tempat atau seseorang untuk mencurahkan isi hati. Harus selective, tidak boleh sembarangan karena pada kondisi seperti itu seseorang akan mudah terpengaruh. Mencurahkan isi hati pada orang yang salah tidak akan mnyelesaikan masalah, bahkan akan menambah masalah baru yang membuatnya semakin tertekan. Kekecewaan yang mendalam dpat mengakibatkan stress.

Tidak mudah membangkitkan jiwa seseorang yang sudah terlalu jauh terjatuh. Dibutuhkan kesabaran untuk menyadarkannya, memberi pandangan yang masuk akal bahwa apa yang terjadi pada dirinya hanya illusion.

Biasanya orang yang mengalami stress tidak perduli lingkungan. Menyendiri, menyesali nasib hingga imajinasi yang salah akan terus berkembang dalam jiwa dan pikirannya. Berbicara sendiri, tertawa, menangis, marah, memukul dirinya sendiri. Imaginative yang menyimpang sering menimpa orang yang mengalami stress berat.

Jiwa yang rapuh tidak akan menyadari ketika hal seperti ini terjadi pada dirinya. Bertahan dengan imajinasi yang salah, membiarkannya terus menerus berkembang, menikmatinya, lama kelamaaan asyik dengan dunianya sendiri. Dunia di mana dia merasa dalam benaknya ada seseorang yang melarang, memarahi bahkan sampai memukulnya, mengikuti kemanapun dia pergi. Seseorang yang ada di dalam dunia hayalannya itu biasanya adalah orang yang paling di cintai atau sebaliknya. Kalau di biarkan terus menerus, seseorang yang ada di dalam hayalannya akan menguasai jiwa dan pikiran. Berbicara dengan diriya sendiri, pikirannya sendiri. Kalau sudah sampai tahap seperti ini butuh seorang yang ahli untuk mengobatinya. Ahli penyakit jiwa.

Cinta sejati


Ketika kembali duduk sendiri di tempat sunyi. Tertunduk malu dengan wajah sedih, karena tidak dapat menghindari hawa nafsu yang menghampiri.

Perasaan bersalah seakan tak mau mengakui. Karena merasa segala yang tercipta untuk di nikmati. Tak ada yang dapat menolak keindahan cinta yang datang di saat kegersangan menyapa.

Segala ujian yang datang seolah pertanda, menguji hati dan kekuatan iman kepada Yang Maha Pencipta. Berjalanpun seperti tak tahu arah, pikiran hampa tak tahu harus kemana.

Ketika hampir menuju kenikmatan dunia. Kau ketuk hati menghadirkan rasa iba. Tetap saja nafsu yang menggebu telah tercampur bisikan setan telah menyatu, begitu keras menarik menuju kenikmatan sementara yang semu.

Ketika kembali duduk di tempat sunyi…tertunduk malu dengan wajah yang sedih. Malu karena tak mau mendengar nasehat, malu karena tak mau mendengar teguran, malu karena tak mau melihat tanda.

Kini setelah mengenal kenikmatan semu yang palsu. Kamu kembali dan sekarang kamu bisa menilai mana cinta yang sejati, murni dan hakiki. Mau menerima kembali, mau memaafkan walaupun telah tersakiti.

Perubahan prilaku berawal dari kemauan diri sendiri dan pertolongan dari  Allah yang  membuka hati.  Di mana seseorang bisa memilih apakah ia akan menuju kebaikan atau keburukan,  kenikmatan sementara atau yang abadi.Ketika kita berdoa dan berjalan menuju kepada-Nya, Dia berlari menghampiri kita. Dengan kasih sayang menolong segala kesulitan, menghapus segala kesedihan.

Di saat semua menjauh dan berpaling. Dia tetap ada, kehadiran-Nya memberikan senyuman. Ketika seseorang semakin besar cinta kepada-Nya, kesedihan, kebahagiaan seperti tidak ada bedanya.

Sebuah keputusan


Sejuknya udara pagi yang mengalir melalui pintu rumah yang terbuka seakan menyapa ” bagaimana kabarmu hari ini?”. Seperti kemarin, bimbang dan ragu. Entah harus bagaimana, sebuah keputusan yang sulit.

Tidak ada yang menahanmu untuk keluar dari permasalahan yang tidak berkesudahan. Kamu yang merasakan pahit dan getirnya suatu ikatan. Sudah saatnya keluar dari belenggu ketidak adilan.

Kamu yang tertatih-tatih berjalan meniti hari. Sedangkan dia duduk di sana seolah tidak perduli. Bebanmu rintihanmu,kepedihan hatimu yang sepanjang malam tertidur sendiri merasakan raga yang letih. ” jangan selalu mengeluh”. Seringnya terdengar ucapan itu. ” semua itu adalah tugasmu!”.

Dua insan yang terjalin dalam suatu ikatan, harusnya dapat meniti hari-hari bersama-sama. Saling mengerti dan saling menghargai. Sehingga kamu dapat menikmati hari-harimu dan kebahagiaan hidupmu.

Akan tetapi sulit untuk merubah sifat yang sudah mengakar. seakan apa yang telah di lakukannya padamu baginya benar. Tidak ada yang harus di salahkan, karena bagaimanapun ada hikmah dari setiap permasalahan yang dapat di jadkan pelajaran.

Tinggal bebrapa langkah lagi bagi mu untuk mengambil sebuah keputusan. Apakah kamu akan bertahan dengan ketidak adilan atau akan keluar menyongsong hari yang kamu sendiri tidak tahu. Setidaknya bebanmu akan berkurang ketika kamu keluar dari kehidupannya.

Ketika kamu berhasil keluar. Di sana… di depan mata jalan panjang telah menanti. Namun hatimu jangan resah karena banyak yang perduli akan datang menggenggam erat tanganmu. Keluarga, sahabat, teman-teman dan si buah hati. dan seandainya nanti mereka sibuk dengan urusannya sendiri, kamu tetap tidak sendiri. Dengan tetap semangat, berusaha dan berdoa Allah Swt akan selalu setia menemani setiap langkahmu.

Jika kamu masih tetap bersamanya, dengan seorang idealist  Di manapun kamu tinggal, di lubang semut sekalipun tidak akan merubah keadaan.

Namun …apa yang telah kamu lakukan? Saat ini kamu hanya berdiri terombang ambing oleh keraguanmu sendiri, ketakutanmu sendiri. Sedangkan sebuah keputusan telah menanti. Keputusanmu.

U/ Sahabat.

Kesabaran nya


Ya…Allah hanya kepada-Mu hamba memohon, berikanlah kesabaran, kekuatan dalam menghadapi segala cobaan dan godaan yang datang. Karena hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui isi hati seorang hamba yang tidak berdaya, seorang hamba yang kehilangan arah dan  salah melangkah.

Tidak  ada yang dapat memiliki kesempurnaan selain diri-Mu. Maha besar, Maha mengetahui. Ya Allah…jadikanlah hamba selalu mengingat-Mu, ketika kekelaman mulai menyatu seakan berseru mengajak hamba untuk berlabuh di antara kerikil tajam berbatu, dengan kesenangan sesaat yang membuat hati hitam membeku.

Segala kesulitan seakan datang tidak berhenti, seperti menguji hati yang telah letih. Rasa sakit! dari penyakit perlahan-lahan mengerogoti raga dan bertumpuk masalah seakan menjadi beban yang terus bertambah. Apakah hamba kuat bertahan dengan segala cobaan ini atau akan berpaling mendengar bisikan setan yang bersorak  riang sambil  menari.

Jiwa sebagai sasaran yang hendak di tembus dari segala arah, juga sebagai sebuah benteng tempat setan mengepungnya. Godaan terbesar bagi jiwa, bukan hanya sifat buruk dan bisikan setan tidak akan pernah berhenti.

Dan…..ketika kekuatan cinta itu datang  seperti mengalahkan segalanya, melumpuhkan akal menutup mata  seolah tidak perduli lagi apapun yang ada, apakah itu benar? apakah itu salah?   kekuatannya  terus menerus tak terkendali memberi  semangat,  memberi warna,  memberi harapan!…seperti inilah kehidupan yang kuinginkan dan ku impikan selama ini.

Ketika hamba terjaga….Di sana diantara letih dan putus asa. Terlihat kesabarannya telah meluluhkan hati, meruntuhkan benteng keegoisan dan  membuka tabir hitam penutup kalbu. Kesabarannya  bagaikan setitik cahaya penerang, perlahan-lahan meretakkan kaca tebal hitam yang hampir menutup seluruh hati dan pikiran.

Walaupun bergerak perlahan, kesabarannya mulai mengikis perasaan yang mulai tak terkendali  membuat hati sadar…Di antara tatapan letih dan putus asa kesabarannya seketika menarik kembali seakan berkata ” jangan terlalu jauh berlari…karena yang kau kejar tak abadi”.

Dan…kini aku kembali ke tempat semula. Kekakuan, kesunyian dan tertutup dinding keegoisan. Hilang sudah semangat, warna, harapan semua terkikis habis oleh kesabarannya.

Janji Rina


Biasanya setelah pulang sekolah rina selalu membantu ibunya berjualan. Hari ini dengan enggan dia langsung masuk ke kamar dan membaringkan tubuh diatas tempat tidur. Semenjak kepergian ayahnya 5 tahun yang lalu, ibunya harus mencari nafkah untuk menghidupi rina dan kedua adiknya yang masih kecil. Buka usaha rumah makan sederhana di samping rumah.

” Rin, cepat bantu ibu nak! ” terdengar suara ibunya memanggil.

” Aku lagi enggak enak badan bu..” Rina menjawab pelan.

” Oh…ya sudah, kamu istirahat saja nanti ibu belikan obat”.

Sambil berbaring rina memperhatikan tas kecil berwarna  hitam yang tergeletak di samping tas sekolahnya dan mengingat kembali kejadian tadi siang di sekolah. Kejadian yang membuatnya masih gemetar sampai saat ini.

Saat mau masuk ke dalam kelas, rina kaget bukan kepalang lisa cs dengan memaksa menarik lengan dan menyeretnya menuju kantin sekolah. Ada apa sebenarnya lisa  menemuinya  dan memaksanya kekantin ? rina berkata dalam hati.

Tidak ada yang tidak mengenal lisa dan 3 orang temannya. mungkin satu sekolah ini mengenal mereka. Selalu tampil cantik dan modis,dari parfum, sepatu, tas  semua yang di pakainya serba mahal dan bermerk .

Sesampainya di kantin rina duduk di kelilingi lisa cs.

” Rin, om budi naksir loe”. kata lisa yang berdiri di depan rina.

” Om budi mana?”.

” Teman pacar gue, setelah liat foto loe dia naksir”. Tampa basa basi lisa melanjutkan ucapannya

” Loe mau nggak jadi pacarnya? “.

Foto yang mana, aku nggak pernah kasih foto ke lisa. Oh…mungkin waktu tour sekolah bulan kemarin..

” Gimana rin!”.

Suara lisa membuyarkan lamunan rina. Sambil tengok kiri kanan lisa mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

” ini sebagai bukti kalau om budi naksir loe dan mau  loe jadi pacarnya, Loe ngak harus jawab sekarang. Gw tunggu 5 hari  gimana? “.

Tampa menunggu jawaban rina setuju atau tidak lisa cs pergi meninggalkan rina yang masih kebingungan.

Masih duduk dikantin sekolah perlahan rina membuka tas  terbuat dari bahan berwarna hitam yang diberikan lisa tadi. Betapa terkejutnya rina melihat isi tas , setumpuk uang seratus ribuan yang masih baru. Dengan cepat dia mengikat kembali tas hitam itu  dan bergegas melangkah menuju kelasnya.

Rina bangkit dari tempat tidur, menyimpan uang yg masih di dalam tas di tumpukan pakaiannya. Ingin ia ambil beberapa lembar uang itu untuk memenuhi keperluan sekolahnya.

Di perhatikannya rok abu-abu yang warnanya sudah memudar. Ia hanya memiliki satu pasang sepatu sekolah, kalau musim hujan tiba sangat menyedihkan. Karena masih basah ketika di pakai sepatunya mengeluarkan  busa sabun. Dia juga banyak membutuhkan buku tulis yang mulai habis. Sudah 2 kali dia tidak mengikuti pelajaran olahraga karena tidak punya seragam. Biasanya ia pinjam seragam sahabatnya tri, sudah 2 minggu tri sakit tidak masuk sekolah. Rina tidak tega minta uang ke  ibunya untuk membeli segala keperluannya itu. Ia tidak mau menyusahkan ibunya.

Hari-hari terus berlalu. Setiap istirahat, pulang sekolah, rina tahu lisa cs selalu memperhatikan gerak geriknya. Dan hari yang di nantikan lisapun tiba, jawaban rina.

Dengan langkah pasti rina  keluar kelas. Dia tidak mau lisa cs menarik -nariknya lagi,dengan cepat rina menuju kantin sekolah.Benar saja di sana lisa dan teman-temannya sudah menunggu dengan gelisah. Sebelum lisa melihatnya, rina menghampiri sambil tersenyum.

” Bagaimana say..?” wajah lisa terlihat cerah menyambut kedatangan rina.

” Aku…menolak!”  rina meletakan tas berisi uang di atas meja.

” Kamu hitung saja uang itu masih utuh”.

Tampa menunggu jawaban , rina pergi meninggalkan lisa dan teman-temannya. Tidak di hiraukan ucapan lisa yang jelas terdengar.

” norak!..

“Munafik!..

Masih tersenyum rina  berjalan pulang. Entah kenapa langkahnnya kali ini terasa ringan. Matahari yang bersinar terik baginya terasa teduh. Matanya menatap langit biru, di pandanginya awan putih yang berarak perlahan. Di sana dia seperti melihat wajah ayahnya, memandang tersenyum bahagia.

Sesampainya di rumah, seperti biasa rina membantu ibunya berjualan. Setelah tidak ada pembeli ia menghampiri ibu yang sedang nonton tv. Dengan memberanikan diri, dia mengutarakan keinginannya.

” Bu, aku nggak punya baju olahraga  bu, buku tulisku juga sudah habis”.

Tampa menjawab ibunya berdiri dan masuk ke dalam kamar. Rina menundukkan wajah, sebenarnya dia tidak mau menyusahkan ibunya.

” Ini, kamu beli segala keperluanmu”. tiba-tiba ibunya muncul dari dalam kamar.

” Kalau butuh apa-apa bilang rin, ibu kan tidak tau keperluanmu”.

Rina merasakan tangan ibu membelai rambutnya.

” Insya Allah ibu bisa menyekolahkanmu sampai ke perguruan tinggi”.

Rina mencium tangan ibu dan memeluknya,  membiarkan air matanya mengalir membasahi baju ibunya. Setelah lulus nanti aku akan kuliah sambil bekerja bu, aku akan membantu ibu membiyayai adik-adik. Janji rina dalam hati.

,

Kepasrahan yang mencerdaskan jiwa.


( Izza Rohman Nahrowi ).

Pengabdian kita kepada Allah seharusnya tidak hanya ditunaikan dengan menjalankan kewajiban, yakni segala yang diperintahkan Allah namun pula dengan menjalani ketetapan, yakni segala yang ditentukan Allah. Kematangan iman hanya bisa dirasakan bila kedua hal ini secara sempurna  dilaksanakan. Dengan demikian, sebenarnya ada dua hukum yang patut di patuhi oleh orang beriman, yaitu hukum taklif  yang sudah lazim kita kenal sebagai berbagai perintah dan larangan Allah yang mesti dijalankan selama hidup, dan hukum takdir yang mencakup ketentuan dan keputusan Allah yang mesti dijalani dalam hidup.

Keperluan dan kebutuhan hidup makhluk sebetulnya adalah sesuatu yang sudah dan terus dijamin oleh Allah. Dengan ilmu-Nya, Allah sudah mengatur diri kita bahkan sebelum kita ada. Setelah kita terlahir ke dunia, Allah pun terus mengatur urusan kita. Akan tetapi, setelah berakal kebanyakan manusia seolah lupa bahwa selama ini urusan hidupnya ada dalam pengaturan Allah.

Allah tidak berhenti mengurus kita sekalipun kita  sudah berakal. Ketentuan-Nya terus berlaku. Akal kita semestinya kita gunakan untuk memahami dan melaksanakan secara baik perintah Allah, dan bukan untuk melanggarnya ; untuk memahami dan melakoni secara baik ketentuan Allah, dan bukan untuk menolaknya.

Dalam hidup, kita acap menemukan bahwa apa yang menurut kita baik ternyata bisa membawa keburukan, dan sebaliknya, apa yang kita sangka buruk ternyata malah mendatangkan kebaikan. Boleh jadi ada keuntungan di balik kesulitan, dan ada kesulitan di balik keuntungan. Boleh jadi pula kerugian muncul dari kemudahan, dan kemudahan muncul dari kerugian. Mana yang berguna dan mana yang berbahaya pada akhirnya adalah sesuatu di luar pengetahuan kita.

Mereka yang memelihara kesopanan kepada Allah dan tidak ingin jauh dari-Nya, tentu akan mencoba menggugurkan tadbir dan iradah mereka yang membuat mereka terhijab ( tertabiri) dari Allah. Mereka akan keluar dari gelapnya tadbir ( sikap mengatur diri) menuju terangnya tafwidh, yakni penyerahan urusan atau pilihan hidup kepada Allah, hingga mereka menyaksikan bahwa diri ini di atur dan tidak turut mengatur, ditentukan dan tidak ikut menentukan, serta digerakkan dan tidak bergerak sendiri. Untuk ini di perlukan sikap rida dengan pengaturan Allah. Rasa berat hati hanya akan membuat hati tetap terhijab dari cahaya Allah. Selain itu di perlukan pula sikap selalu berbaik sangka kepada Allah. Allah lebih tahu mengenai apa yang terbaik buat hamba-Nya. Dia pun sudah berjanji bahwa siapa bertawakal kepada-Nya, Dia akan mencukupinya. Lebih dari rida dan berbaik sangka, mereka juga akan senang dan mencintai segala kehendak dan keputusan Allah Sang Pemilik anugerah.

Dari segi ” cara hidup “, baik orang yang berserah ataupun orang yang tidak bersera nyaris tiada bedanya. Yang membedakan mereka adalah cara mereka memandang, merasa, dan menyikapi hidup. Dalam hal ini ajaran isqath al-tadbir  sebetulnya adalah juga ajaran mengenai kecerdasan emosional-spiritual. Sebab, pada praktiknya, isqat al-tadbir akan setidaknya membuahkan beberapa sikap hati berikut ini : Pertama, ketidak risauan akan sarana-sarana penghidupan.Sikap ini penting agar hidup tidak di penuhi perasaan cemas,khawatir, gundah dan gelisah yang menempatkan hidup kita selalu dalam tekanan. Tak hanya itu, ketenangan itu sendiri juga penting demi kesuksesan kita meraih sarana-sarana penghidupan.

kedua, Ketidak bergantungan pada amal atau usaha. Kebergantungan pada perbuatan atau daya upaya acap kali berbuntut   keputusasaan dan frustasi pada saat kendala dan kegagalan di temui. Dengan bergantung kepada Allah, kita bisa terhindar dari keputusasaan yang mencelakakan.Bersandar kepada-Nya membuat kita selalu bangkit dan selamat dari perasaan terpuruk.

Ketiga, Keridaan pada kenyataan. Kekecewaan,kekesalan, dan ketidakpuasan pada kejadian-kejadian yang menimpa hanya akan menguras energi kita yang sebetulnya bisa kita gunakan untuk sesuatu yang positif. Dengan rida pada kenyataan, segetir apapun itu, kita akan selalu siap menghadapinya dan meresponsnya secara wajar dan berguna.

Keempat, Keberharapan atau optimisme. Hidup dengan bersandar kepada Allah, dan percaya bahwa Dia selalu memberikan yang terbaik, kita melipat gandakan rasa optimis kita, terlepas dari betapa buruk hal-hal yang menimpa kita di mata orang. Dengan tak pernah lalai bahwa Allah Maha Penolong dan Maha Kuasa, dengan tak pernah kehilangan rasa butuh kepada-Nya, kita menjadi terbebas dari penjara keterbatasan, dan merasa lapang sekalipun dikepung oleh berbagai ketidakmungkinan.

Anak belajar dari kehidupannya


Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.

Jika anak di besarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan.

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya.

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Metode menjemput maut.


Perspektif sufistik   ( Al- Ghazali ).

Karya utama tentang tema universal kematian dan alam sesudah mati, yang lahir dari pena teolog islam paling terkemuka. Al-Ghazali menyusunnya sebagai bagian akhir dari  kitab empat puluh babnya yang terkenal, IhyaUlum Al- Din. Setelah menguraikan filosofi sufistiknya tentang kematian, dan memperlihatkan tentang pentingnya perenungan tentang ketidakabadian manusia. Al-Ghazali membawa pembacanya mengunjungi tingkatan-tingkatan alam sesudah mati: Pertemuan dengan malaikat di alam kubur, hari kebangkitan, syafaat nabi, dan siksaan neraka, keindahan surga, dan-bagi orang yang terpilih-melihat wajah Tuhan.

Kelanggengan relevansi pesan Al-Ghazali adalah kunci daya tarik karyanya yang sudah berusia delapan abad lebih. Hal inilah yang selalu di ingat dalam usaha menghadirkan buku ini, seraya mengusahakan agar kecemerlangan kualitas sastra karya aslinya bisa terlihat. Pesan-pesan dalam buku inilah yang dibutuhkan manusia modern yang sering dibuat lupa akan agenda paling pasti dalam kehidupan : mati.